PATI I Isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di era digital menjadi sorotan serius Kapolresta Pati, Jaka Wahyudi saat menggelar acara buka puasa bersama insan pers dan santunan anak yatim di Mapolresta Pati, Rabu (25/2/26).
Dalam suasana ramadan yang penuh kebersamaan itu, ia memaparkan tantangan besar yang dihadapi generasi muda, khususnya Gen Z, terkait maraknya penipuan online dan penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa dua sisi yang tidak bisa dihindari. Di satu sisi, membuka peluang kreativitas dan inovasi
Namun di sisi lain juga memunculkan celah kejahatan baru yang menyasar generasi muda.“Gen Z adalah generasi digital native. Mereka cepat beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga rentan menjadi korban maupun pelaku kejahatan siber jika tidak dibekali pemahaman yang benar,” kata Kapolresta Pati, Kombes Pol. Jaka Wahyudi saat memberikan sambutan
Kapolresta Pati mengungkapkan, kasus penipuan online di wilayah hukum Polresta Pati menunjukkan tren yang patut diwaspadai.
Modusnya beragam, mulai dari investasi bodong, jual beli fiktif, hingga manipulasi data menggunakan teknologi AI.
Bahkan, pelaku kini semakin canggih dengan memanfaatkan rekayasa suara dan gambar untuk meyakinkan korban.
Karena itu, pihaknya mendorong penguatan literasi digital di kalangan masyarakat, terutama Gen Z.
Ia menyebut pentingnya memahami etika bermedia sosial, keamanan data pribadi, hingga cara mengenali ciri-ciri kejahatan digital.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami risiko dan tanggung jawabnya.
Penguasaan AI harus diarahkan untuk hal positif, bukan untuk tindakan kriminal,” tambahnya.
Momentum buka puasa bersama tersebut juga menjadi ajang mempererat sinergi antara kepolisian dan insan pers.
Polresta Pati juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim, sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci ramadan.
Ketua Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati, Agus Kliwir mengapresiasi langkah Kapolresta Pati yang dinilai terbuka, dan peduli terhadap peran pers dalam membangun daerah.
Media memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan informasi yang berimbang dan edukatif kepada masyarakat, khususnya terkait isu digital dan kamtibmas.
“Kami mengapresiasi kepedulian Kapolresta Pati yang merangkul insan pers. Kritik, saran dan masukan adalah bagian penting untuk membangun daerah agar semakin maju,” ujar Agus Kliwir
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan media, dalam menangkal hoaks serta memberikan edukasi publik mengenai bahaya penipuan online.
Menurutnya, pemberitaan yang tajam namun berimbang. akan menjadi benteng informasi bagi masyarakat
Acara yang berlangsung hangat itu mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan di Pati, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi.
Di akhir sambutan, Kapolresta Pati berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat.“ramadan adalah momentum memperbaiki diri dan memperkuat kebersamaan.
Mari kita jaga Pati tetap aman, cerdas secara digital, dan maju bersama,” pungkasnya.(red)










