PATI – Bencana angin puting beliung kembali menerjang wilayah Kabupaten Pati.”Kali ini, angin kencang disertai hujan deras menghantam dukuh poncomulyo, desa gadudero, kecamatan sukolilo, pada sabtu (11/4/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah kandang ayam milik warga mengalami kerusakan berat, hingga porak-poranda.
Atap kandang beterbangan, rangka bangunan roboh, dan sejumlah bagian kandang rusak parah akibat terpaan angin ekstrem yang datang tiba -tiba.
Berdasarkan informasi di lapangan, hujan deras dengan intensitas tinggi berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 16.30 WIB hingga 17.30 WIB.
Dalam kurun waktu tersebut, pusaran angin diduga kuat menjadi penyebab utama kerusakan bangunan peternakan ayam di kawasan ini.
Kapolresta Pati, Kombes Pol. Jaka Wahyudi melalui Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem terjadi secara mendadak
Sehingga warga tidak sempat melakukan upaya penyelamatan terhadap bangunan kandang.“cuaca berubah ekstrem.
Hujan deras disertai angin kencang datang tiba -tiba dan langsung menerjang kandang ayam milik warga hingga rusak cukup parah,” jelas AKP Sahlan saat memberikan keterangan.
Laporan pertama terkait kejadian itu diterima dari masyarakat setempat, sebelum kemudian diteruskan kepada petugas Bhabinkamtibmas.
Mendapat laporan tersebut, petugas piket SPKT yang dipimpin KSPK I bersama anggota siaga langsung bergerak menuju lokasi, untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Dari hasil pendataan sementara, terdapat empat kandang ayam yang mengalami kerusakan berat, khususnya pada bagian atap dan struktur bangunan.
Selain kerusakan bangunan, bencana tersebut juga berdampak besar terhadap ternak ayam milik warga.
AKP Sahlan menyebutkan sekitar 30.000 ekor ayam terdampak, baik karena kerusakan kandang maupun efek cuaca ekstrem, yang menyebabkan kondisi ternak menjadi tidak stabil.
“Kerugian material diperkirakan mencapai Rp6 miliar untuk kerusakan kandang, sedangkan kerugian ternak ayam mencapai sekitar Rp800 juta,” tambah Kapolsek Sukolilo kepada wartawan, Senin (13/4/26).
Meski kerugian yang ditimbulkan cukup besar, pihak kepolisian memastikan, bahwa dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.
Petugas kepolisian bersama warga langsung melakukan evakuasi dan pembersihan puing bangunan kandang yang roboh.
“Tidak ada korban jiwa. Anggota kami langsung membantu proses evakuasi serta pembersihan di lokasi,” tutur AKP Sahlan.
Kapolsek Sukolilo juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, untuk mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi sewaktu – waktu.
Ia meminta warga segera mengamankan barang -barang penting serta memperhatikan kondisi bangunan, khususnya yang memiliki struktur ringan seperti kandang atau atap seng.
“Kami mengingatkan warga untuk tetap waspada. Jika hujan deras disertai angin kencang, sebaiknya segera mencari tempat aman dan menghindari bangunan rawan roboh.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor, jika terjadi keadaan darurat. Layanan kepolisian 110 disebut siap dihubungi selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat.
“Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, silakan menghubungi layanan 110 yang aktif 24 jam,” katanya.
Peristiwa angin puting beliung di Sukolilo ini. menjadi pengingat penting bahwa cuaca ekstrem dapat datang tanpa peringatan.
Pemerintah desa dan warga setempat diharapkan segera melakukan langkah mitigasi, guna mengurangi risiko kerusakan lebih besar. apabila kejadian serupa terulang.(red)











