PATI – Kapolresta Pati, Kombes Pol. Sigit, S.I.K., M.H terus mendorong terbentuknya kultur rohani di tengah masyarakat melalui kegiatan Safari Subuh.
Program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Safari Subuh menjadi sarana untuk merukunkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat hingga warga di berbagai wilayah Kabupaten Pati.
Dalam setiap kesempatan, pesan yang disampaikan bukan sekadar berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)
Tetapi juga pentingnya menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, santun dan mampu memberikan rasa aman.
Kapolresta Pati juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam perdebatan yang dapat memicu perpecahan.
Sebaliknya, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi, kebersamaan dan semangat persaudaraan.
“Seduluran selawase. Mari kita gandeng semua tanpa pandang bulu,” menjadi semangat untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus diberikan secara baik, terutama mengenai berbagai risiko dari perbuatan yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri maupun lingkungan.
Karena itu, upaya pencegahan dinilai jauh lebih penting, sebelum muncul persoalan yang mengganggu keamanan dan keharmonisan masyarakat.
Safari Subuh diharapkan mampu menjadi momentum untuk menenangkan jiwa, memperkuat spiritualitas, sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menjaga kedamaian.
Semangat tersebut selaras dengan karakter Pati sebagai “Bumi Mina Tani”, sebuah daerah yang memiliki sejarah, budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Melalui kultur rohani dan pendekatan humanis, Polresta Pati berupaya membangun Kamtibmas bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui persaudaraan, keteladanan dan kebersamaan masyarakat”, kata Kombes Pol. Sigit, S.I.K, M.H, Kapolresta Pati.(red)











