SEMARANG – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan hari ini mendapat pembekalan literasi keuangan dan perpajakan dari akademisi serta praktisi Universitas Semarang (USM).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut digelar Senin (7/9/2026), dengan fokus pada pelatihan pelaporan keuangan, pembukuan, serta pemahaman kewajiban perpajakan bagi pelaku UMKM.
Hal ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Edukasi diberikan secara praktis, agar pelaku usaha tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga memahami kondisi keuangan bisnis yang mereka jalankan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kelurahan Wonodri, Lucia Wahyu Dewi Utami, S.Sos., narasumber Dr. Willyanto Kartiko Kusumo, SE., M.Si., CFA
Praktisi konsultan pajak dan akuntansi pembukuan, sekaligus dosen Praktisi Akuntansi USM, Mundriah, SE., M.Ak., Akt., CTT bersama para pelaku UMKM Wonodri.
Willyanto menegaskan bahwa pengelolaan keuangan merupakan bagian penting dalam menentukan arah perkembangan sebuah usaha.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengejar omzet dan keuntungan. Mereka juga perlu memiliki kemampuan membaca kondisi keuangan usaha secara menyeluruh
Agar kedepan setiap keputusan bisnis dapat dilakukan berdasarkan data yang jelas.“Pelatihan ini menjadi salah satu faktor penting bagi UMKM dalam mengembangkan usahanya.
Dengan pengelolaan dan pelaporan keuangan yang baik, pelaku usaha dapat mengetahui kondisi usahanya secara lebih jelas dan mengambil keputusan dengan lebih tepat,” ujar Willyanto saat dikonfirmasi wartawan
Sementara itu, Mundriah atau yang akrab disapa Bu Indri memberikan materi mengenai tata kelola dasar keuangan dan akuntansi bagi pelaku UMKM.
Ia menekankan pentingnya pencatatan keuangan secara tertib, termasuk memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha.
Menurut Bu Indri, pencatatan sederhana yang dilakukan secara konsisten sudah dapat membantu pelaku UMKM mengetahui arus pemasukan, pengeluaran, keuntungan, hingga perkembangan usaha dari waktu ke waktu.
“Bagaimanapun, pelaku UMKM harus bisa mengelola keuangan dengan baik demi kemajuan usahanya.
Keuangan usaha harus dicatat dan dikelola secara tertib, sehingga pelaku usaha mengetahui kondisi sebenarnya dari bisnis yang dijalankan,” lanjut Bu Indri
Tidak hanya pembukuan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai aspek perpajakan yang berkaitan dengan aktivitas usaha.
Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap kewajiban perpajakan, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola usaha yang lebih tertib, transparan, dan profesional.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelaku UMKM aktif mengikuti materi dan menyampaikan berbagai pertanyaan berdasarkan persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha sehari-hari.
Sesi diskusi pun menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Peserta mendapatkan kesempatan memperoleh penjelasan dan solusi praktis terkait pencatatan keuangan, pembukuan, hingga persoalan perpajakan.
Melalui kegiatan ini, dosen USM berharap ilmu yang diberikan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan usaha.
Literasi keuangan dan perpajakan dinilai menjadi fondasi penting agar UMKM mampu melakukan evaluasi bisnis secara lebih terukur, memperbaiki tata kelola, serta meningkatkan peluang untuk berkembang dan naik kelas.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama antara narasumber, pihak Kelurahan Wonodri, dosen USM, dan para pelaku UMKM.(red)











