KALIMANTAN BARAT – Upaya penanganan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digencarkan Polri.
Di Kalimantan Barat, 103 peserta Satgas Edukasi Polda Kalbar serentak turun ke masyarakat di 14 wilayah untuk memperkuat pencegahan titik api.
Edukasi meliputi pencegahan Karhutla, dampak hukum, bahaya asap bagi kesehatan dan lingkungan, simulasi penanganan dini serta mekanisme pelaporan hotspot.
Kegiatan juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa dan kelompok tani.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya lebih luas Polri dalam menangani Karhutla. Sekitar 200 kejadian Karhutla disebut telah ditangani aparat
Sementara pemerintah terus mendorong penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.
Presiden RI, Prabowo Subianto menekankan pentingnya penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan.
Penegakan hukum harus dilakukan berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku”, Pesan Prabowo Subianto kepada Polri, Selasa (8/9/26).
Karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan, lingkungan dan masa depan kawasan hutan.
Polri bersama pemerintah dan masyarakat, kini memperkuat pencegahan sekaligus penegakan hukum, agar para pelaku tidak lepas dari tanggung jawab.(red)












