PATI – Ketika kemarau membuat sumber air warga mulai mengering, kini Kapolsek Gabus, IPTU Suprapto, S.H bergerak cepat.
Bantuan air bersih kembali disalurkan untuk masyarakat Desa Sambirejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (8/9/2026).
Bantuan tersebut menyentuh langsung kebutuhan dasar warga yang tengah menghadapi kekeringan.
Sejumlah titik tampungan air di Desa Sambirejo menjadi sasaran distribusi, agar air dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran berlangsung mulai pukul 15.00 WIB dengan melibatkan jajaran Polsek Gabus, Pemerintah Desa Sambirejo serta masyarakat penerima manfaat.
Kapolresta Pati, Kombes Pol. Sigit, S.I.K, M.H melalui Kapolsek Gabus, IPTU Suprapto, S.H bersama Wakapolsek Gabus IPTU Sarkoha, Kanit Binmas, AIPTU Agung Cahyono dan Bhabinkamtibmas Desa Sambirejo, AIPDA Muhammad Sholeh turut memastikan proses distribusi berjalan tertib.
Tiga lokasi menjadi titik penyaluran, yakni bak tampungan Pondok Pesantren Arohmaniah RT 03/RW 02, bak tampungan RT 07/RW 03 dan bak tampungan RT 03/RW 03 Desa Sambirejo.
Sebanyak tiga unit truk tangki air dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan.
Di tengah kondisi kemarau, bantuan tersebut menjadi angin segar bagi warga. Air yang datang bukan sekadar bantuan logistik, tetapi menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat menghadapi keterbatasan sumber air.
Fenomena kekeringan di wilayah Pati juga menjadi perhatian berbagai pihak. Sebelumnya, bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah wilayah Pati yang mengalami dampak kemarau.
Polresta Pati juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya kepadatan antrean dan gesekan antar warga ketika distribusi berlangsung.
Pengamanan serta koordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting, agar kedepan pembagian air berjalan merata.
Masyarakat juga diimbau tetap menjaga keamanan rumah, ketika meninggalkan kediaman untuk mengambil air, mengingat kondisi rumah yang kosong dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Di tengah kemarau yang belum berakhir, satu tangki air mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang kesulitan mendapatkan air, kedatangannya bisa berarti harapan untuk bertahan melewati musim kering”, tutur IPTU Suprapto, S.H.(red)











