JAKARTA I Kepolisian Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pers yang profesional dan bertanggung jawab.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si, melalui Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Royke Noldy Darean menyampaikan apresiasi tinggi atas peresmian Tugu dan Museum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang menjadi yang pertama di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurut AKP Royke, kehadiran tugu dan museum SMSI bukan sekadar simbol sejarah, tetapi juga menjadi penanda penting perjalanan pers siber nasional, dalam menuju profesionalisme dan integritas.
“Momentum HPN 2026 ini sangat bersejarah. Kami mengapresiasi peresmian Tugu dan Museum SMSI sebagai tonggak penting bagi dunia pers siber Indonesia.
Semoga integritas dan komitmen insan pers selalu terjaga,” ujar AKP Royke Noldy Darean kepada wartawan, Rabu (11/2/26).
Ia menegaskan bahwa SMSI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah perusahaan media, khususnya media siber
Agar berjalan sesuai koridor hukum dan regulasi yang berlaku. Menurutnya, keberadaan organisasi pers yang kuat dan taat aturan dewan pers sangat dibutuhkan, di tengah derasnya arus informasi digital.
“Kami berharap SMSI ke depan semakin memperketat barisan perusahaan media yang benar-benar legal
Memiliki badan hukum yang jelas, serta terverifikasi lisensi dan administrasinya. Ini penting demi menjaga kepercayaan publik,”katanya
AKP Royke juga menyoroti tantangan besar dunia informasi saat ini, terutama maraknya hoaks dan penyebaran berita tidak akurat
Melalui media sosial, maupun platform digital yang tidak memiliki kejelasan sumber dan tanggung jawab redaksional.
Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa Polri adalah mitra strategis media, bukan hanya dalam hal publikasi, tetapi juga dalam menjaga ketertiban informasi di ruang publik.
“Polri dan media adalah mitra. Mari bersama-sama kita perangi hoaks dan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Media yang profesional dan terverifikasi menjadi benteng utama melawan disinformasi,” tambahnya.
Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Royke menilai bahwa kehadiran Museum SMSI dapat menjadi ruang edukasi publik, khususnya generasi muda, agar memahami sejarah, etika, dan tanggung jawab pers dalam kehidupan demokrasi.
“Pers yang sehat akan melahirkan masyarakat yang cerdas. Karena itu, kami mendukung penuh upaya SMSI dalam membangun ekosistem media yang legal, profesional, dan berintegritas,” tutur AKP Royke
Peringatan HPN 2026 yang dirangkai dengan peresmian Tugu dan Museum SMSI ini. diharapkan menjadi momentum konsolidasi nasional
Bagi insan pers, pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, untuk memperkuat sinergi melawan hoaks dan menjaga kualitas informasi di era digital.(red)











