JAKARTA I Peresmian Tugu dan Museum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), kini menjadi yang pertama di Indonesia mendapat apresiasi tinggi dari jajaran TNI Angkatan Darat.
Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han melalui Waasintel Kasdam IV/Diponegoro, Letkol Inf. Jon Young Saragi
Menilai kehadiran tugu dan museum SMSI tersebut, sebagai tonggak penting dalam sejarah pers nasional, khususnya media siber.
Apresiasi itu disampaikan oleh Letkol Inf. Jon Young Saragi di sela rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, pada hari Senin (9/2/2026).
Menurutnya, keberadaan Tugu dan Museum SMSI bukan sekadar simbol organisasi, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang pers, dalam mengawal kemerdekaan dan menjaga demokrasi di Indonesia.
“Peresmian Tugu dan Museum SMSI ini adalah gembrakan besar. Ini bukan hanya tentang organisasi media, tetapi tentang sejarah perjuangan bangsa melalui informasi yang benar dan bertanggung jawab,” ujar Letkol Jon Young Saragi kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Ia menejelaskan, di tengah derasnya arus informasi digital, media memiliki tanggung jawab moral yang semakin besar.
Letkol Jon Young Saragi secara khusus meminta insan pers untuk berdiri di garis terdepan, dalam melawan hoaks serta mencegah munculnya oknum media abal-abal, yang selama ini meresahkan masyarakat.
“Media harus berani melawan berita-berita hoaks dan menolak praktik jurnalisme yang menyesatkan.
Informasi yang tidak benar sangat berbahaya, karena bisa memecah belah masyarakat dan merusak kepercayaan publik,” tegasnya.
Menurutnya, peringatan Hari Pers Nasional menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan media, untuk kembali mengingat nilai-nilai perjuangan pers di masa lalu.
Ia menggambarkan betapa beratnya tugas jurnalis, sejak era awal kemerdekaan hingga saat ini.“Kuli tinta itu tidak mengenal waktu.
Mereka tidak bisa tidur nyenyak, karena harus memastikan informasi sampai ke masyarakat di setiap wilayah. Perjuangan itulah yang harus terus dijaga,” ungkap Letkol Jon Young Saragi, Selasa (10/2/26).
Waasintel Kasdam IV/Diponegoro juga menilai Museum SMSI memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi publik. Melalui sejarah ini.
Para generasi muda, diharapkan dapat memahami bagaimana pers berperan dalam merekam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia serta menjaga keutuhan bangsa.
“Kehadiran Museum SMSI ini menjadi ruang pembelajaran sejarah pers nasional. Anak-anak muda bisa melihat langsung bagaimana media berkontribusi bagi bangsa dan negara,” imbuh Letkol Inf Jon Young Saragi, Waasintel Kasdam IV/Diponegoro.
Letkol Inf. Jon Young Saragi juga menekankan bahwa TNI, khususnya Kodam IV/Diponegoro, mendukung penuh pers yang profesional, berintegritas, dan patuh terhadap kode etik jurnalistik.
Sinergi antara TNI dan media, lanjutnya, sangat penting dalam menjaga stabilitas nasional dan membangun kepercayaan publik.
Dengan diresmikannya Tugu dan Museum SMSI, ia berharap pers Indonesia semakin solid, profesional, serta mampu menjadi pilar utama
Dalam menangkal disinformasi, demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini”, pungkasnya.(red)











