PATI, TV10NEWSGROUP.COM I Pasca banjir akibat luapan sungai silugonggo yang melanda wilayah Kecamatan Tayu pada Jumat malam (9/1/2026)
Kini, jajaran Polsek Tayu bersama TNI dan masyarakat bergerak cepat melaksanakan kerja bakti pembersihan lumpur, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan kerja bakti yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai itu, dipusatkan di Desa Keboromo dan Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu
Dua wilayah yang terdampak cukup parah, akibat luapan sungai yang terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu.
Kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto, SH, MH dengan melibatkan 15 personel Polsek Tayu, 13 personel Koramil Tayu, anggota Banser, serta puluhan warga setempat.
Mereka bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutup jalan desa, halaman rumah warga, serta fasilitas umum.
“Kami bersama TNI dan masyarakat langsung turun melakukan pembersihan, agar aktivitas warga bisa segera kembali normal. Alhamdulillah sejak dini hari air sudah surut,” ujar AKP Aris Pristianto di sela kegiatan.
Banjir di Desa Keboromo merendam jalan desa sepanjang kurang lebih 1 kilometer menuju arah laut dengan ketinggian air mencapai 20–50 sentimeter.
Sebanyak 70 rumah warga terendam, dengan 78 kepala keluarga terdampak dan total 150 jiwa merasakan langsung dampak bencana tersebut.
Rinciannya terdiri dari 65 laki-laki dewasa, 53 perempuan dewasa, dan 32 anak-anak. Meski demikian, tidak terdapat pengungsi
Karena warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 300 juta, terutama pada sektor persawahan dan tambak ikan.
Sementara di Desa Sambiroto, genangan air merendam jalan desa sepanjang 500 meter dengan ketinggian yang sama, yakni 20–50 sentimeter.
Tercatat 53 rumah terendam, dengan 64 kepala keluarga terdampak dan total 122 jiwa yang terdiri dari 59 laki-laki dewasa, 41 perempuan dewasa, dan 22 anak-anak.
Kerugian material di desa ini ditaksir mencapai Rp 200 juta. Sama seperti di Keboromo, tidak ada warga yang mengungsi dan pembersihan lumpur dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama aparat.
Kapolsek Tayu memastikan bahwa sejak pukul 01.00 WIB dini hari, air telah surut sepenuhnya dan kini tidak ada lagi rumah warga yang tergenang.
Aktivitas masyarakat pun berangsur kembali normal. Pihaknya berharap cuaca di wilayah hulu, khususnya kawasan Gunung Muria dan Gunungwungkal, tetap cerah sehingga tidak terjadi kiriman air susulan ke wilayah Kecamatan Tayu
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai. Semoga cuaca tetap bersahabat, agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman,” kata AKP Aris kepada wartawan dilokasi
Kerjasama solid antara kepolisian, TNI, dan masyarakat tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong
Dalam menghadapi bencana serta mempercepat pemulihan kehidupan warga di wilayah pesisir Tayu.(red)










