PATI – Penemuan mayat tanpa identitas di kawasan hutan Perhutani, kembali menghebohkan publik.
Kali ini, warga Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, dibuat geger setelah menemukan sesosok jasad pria dalam kondisi sudah tinggal kerangka, Rabu siang.
Peristiwa ini menjadi sorotan luas setelah video amatir warga dari lokasi penemuan beredar dan viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat tulang belulang korban berada di area semak belukar yang cukup lebat, jauh dari permukiman warga.
Mayat pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang menggarap lahan Perhutani. Saat ditemukan, kondisi korban sudah sangat membusuk dan hanya menyisakan kerangka
Sehingga identitas korban belum dapat diketahui. Mendapat laporan penemuan tersebut, petugas gabungan dari Polsek Gembong
Tenaga medis Puskesmas, serta BPBD Pati langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan evakuasi.
Namun proses penanganan berlangsung dramatis, lantaran medan menuju lokasi sangat sulit.
Petugas bahkan harus berjalan kaki kurang lebih satu jam, karena akses menuju titik penemuan tidak bisa dilalui kendaraan.
Jalur yang menanjak, licin, serta tertutup semak membuat evakuasi membutuhkan tenaga ekstra. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dokter Puskesmas
Korban diperkirakan seorang pria berusia sekitar 60 tahun. Korban diduga telah meninggal dunia kurang lebih satu bulan sebelum ditemukan warga.
Polisi juga mencatat ciri-ciri pakaian yang masih melekat pada tubuh korban, yakni mengenakan kemeja hijau muda, celana panjang hitam, serta sandal jepit merah.
Dari pemeriksaan sementara, petugas memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolsek Gembong, AKP Lilik Supardi mengatakan, setelah proses evakuasi selesai, jenazah langsung dibawa ke RSUD Soewondo Pati, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut termasuk upaya identifikasi.
Kepala Desa Sitiluhur, Suyuti mengungkapkan bahwa warganya sempat ketakutan dan resah setelah penemuan kerangka manusia tersebut.
Ia berharap pihak kepolisian segera mengungkap identitas korban, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat”, tambah Suyuti kepada wartawan, Kamis (2/4/26).
Pihak kepolisian mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri – ciri pakaian korban, agar segera melapor.
AKP Lilik menyebut, jika dalam waktu tiga hari tidak ada pihak keluarga yang mengakui, maka jenazah akan dimakamkan oleh pihak rumah sakit di pemakaman umum.
Kasus penemuan mayat tinggal kerangka ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian
Untuk memastikan penyebab kematian korban, serta mengungkap identitasnya”, kata Kapolsek Gembong.(red)











