PATI – Dalam rangka semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan hari raya waisak 2026 di wilayah Kabupaten Pati.
Kegiatan warung makan gratis hasil kerjasama Kelenteng Hok Tik Bio Pati, Brimob, dan Polresta Pati digelar di kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati, Minggu (31/5/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 08.00 WIB tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Warga dari berbagai kalangan tampak antusias memanfaatkan layanan makan gratis yang disediakan, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama.
Dalam kegiatan tersebut, Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol I Putu Asti Hermawan Santosa turut melakukan pengawalan dan mendampingi Ketua Koordinator Gusdurian Pati, Eddy Kubota saat membagikan makanan kepada masyarakat.
Kehadiran aparat kepolisian bersama tokoh masyarakat, hari ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung kegiatan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Aksi sosial ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak yang mengedepankan nilai kasih sayang, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.
Masyarakat yang hadir mengaku terbantu dan mengapresiasi kegiatan tersebut, karena tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang penuh kehangatan.
Kompol I Putu Asti Hermawan Santosa menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi keagamaan, komunitas sosial, dan kepolisian dapat memperkuat solidaritas serta menjaga kerukunan di wilayah Kabupaten Pati”, ujar Kasat Lantas Polresta Pati kepada wartawan.
Eddy Kubota menambahkan bahwa kegiatan makan gratis ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun status sosial.
Semangat berbagi yang menjadi nilai utama Waisak, kini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus menebarkan kebaikan”, tambah Eddy Kubota
Melalui kegiatan tersebut, peringatan waisak 2026 di Pati. tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat persatuan dan kepedulian sosial ditengah kehidupan masyarakat yang beragam.(red)












