PATI – Kyai Muslih selaku ketua yayasan sapu jagad kecamatan juwana mengingatkan pihak aliansi masyarakat pati bersatu (AMPB)
Agar tetap menjaga ketertiban dan tidak membuat posko di depan Mapolresta Pati. Menurut Kyai Muslih, keberadaan posko di depan kantor kepolisian
Bukan hanya berpotensi mengganggu aktivitas pelayanan publik, tetapi juga dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kita semua punya hak menyampaikan aspirasi, tapi harus tetap tertib dan jangan sampai cara yang ditempuh justru menimbulkan keresahan,” ujar Kyai Muslih kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Ia menilai Mapolresta merupakan objek vital negara yang harus dijaga kondusivitasnya. Kyai Muslih meminta AMPB mempertimbangkan lokasi lain, yang lebih tepat. jika ingin membangun pusat koordinasi kegiatan
“Kalau ingin menyampaikan pendapat silakan, tetapi jangan mendirikan posko di depan Mapolresta.
Itu tempat pelayanan keamanan masyarakat, jangan sampai mengganggu,” lanjutnya
Selain itu, Kyai Muslih juga mengajak semua elemen masyarakat Pati untuk menjaga suasana tetap damai dan tidak mudah terpancing provokasi.
Dia menekankan bahwa Pati adalah daerah yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai kerukunan.
“Kondisi aman dan damai ini. harus kita rawat bersama dan jangan sampai ada tindakan yang justru menimbulkan konflik baru,” imbuhnya.
Kyai Muslih juga berharap aparat keamanan bertindak bijak, humanis, namun tetap tegas sesuai aturan, jika ada kegiatan yang melanggar ketentuan.
Dengan imbauan tersebut, Kyai Muslih berharap AMPB dapat menyalurkan aspirasinya melalui jalur yang benar
Tidak menimbulkan gangguan ketertiban umum, serta tetap menghormati aturan hukum yang berlaku”, pungkasnya.(red)










