SEMARANG – Ketua Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati, Agus Kliwir hari ini meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan aparat di Jawa Tengah, untuk lebih waspada dalam menjalin kerjasama publikasi dengan perusahaan media.
Ia menegaskan, kerjasama kehumasan dan publikasi yang dilakukan oleh Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, Kapolres, Kapolresta, Gubernur, Bupati, Walikota hingga DPRD se-Jawa Tengah
Seharusnya hanya melibatkan perusahaan pers yang sudah legal, serta masuk dalam konstituen Dewan Pers.
Menurut Agus Kliwir, saat ini banyak platform digital dan media online yang beroperasi tanpa legalitas jelas
Bahkan belum memenuhi standar dasar sebagaimana aturan yang ditetapkan Dewan Pers.
Namun ironisnya, media-media tersebut masih bisa mendapatkan ruang kerjasama dan menjadi mitra publikasi lembaga pemerintah maupun TNI – Polri.
“Jangan asal merekrut media yang belum jelas legalitasnya. Harus selektif karena ini menyangkut kredibilitas informasi publik,” tegas Agus Kliwir saat menyampaikan pernyataan di Semarang, Kamis (2/4/2026).
Dia menilai, apabila kondisi ini terus dibiarkan tanpa seleksi ketat, maka potensi penyebaran berita hoaks dan informasi menyesatkan di ruang digital, akan semakin merajalela.
Maka hal ini, kami mendorong agar instansi terkait, termasuk Dinas Kominfo, lebih teliti dan selektif dalam menjalin kerjasama publikasi, terutama dalam penggunaan anggaran negara.
“Kalau tidak ada penertiban, anggaran publikasi dari pemerintah maupun TNI-Polri bisa salah sasaran dan rawan disalahgunakan,” tambahnya.
SMSI sebagai salah satu organisasi konstituen Dewan Pers menekankan komitmennya untuk mendukung penertiban media ilegal
Sekaligus mengajak seluruh stakeholder terkait, agar memperketat sesuai aturan dewan pers dan kepada perusahaan pers ilegal harus stop.
“Konstituen Dewan Pers yang menaungi perusahaan pers legal salah satunya adalah SMSI.
Kami mengajak semua pihak seperti Pemerintah, TNI – Polri untuk menertibkan perusahaan media ilegal, agar anggaran publikasi tepat sasaran,” tutur Agus Kliwir.(red)











