JAKARTA I Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Ir. Bambang Susilo menyampaikan apresiasi atas peresmian Tugu dan Museum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang menjadi yang pertama di Indonesia.
Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar penuh semangat kebangsaan, Senin (9/2/2026).
Menurut Bambang, peresmian tugu dan museum SMSI bukan sekadar seremoni, melainkan simbol komitmen bersama dalam memperkuat eksistensi perusahaan pers yang profesional, independen, dan taat terhadap regulasi.
Ia menilai, kehadiran museum SMSI menjadi tonggak sejarah perjalanan pers siber di Tanah Air.
“HPN 2026 adalah momen bersejarah bagi kemerdekaan pers yang independen. Peresmian Tugu dan Museum SMSI ini.
Menjadi bukti bahwa perusahaan pers di Indonesia semakin solid, dan memiliki arah yang jelas dalam membangun industri media sehat,” ujar Bambang, Wakil Ketua II DPRD Pati kepada wartawan, Jumat (13/2/26).
Sebagai wakil rakyat dari Pati, Bambang menekankan pentingnya insan pers, untuk tetap berpegang pada aturan yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers.
Dia mengingatkan bahwa kebebasan pers harus diimbangi dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik dan regulasi yang berlaku.
“Pers adalah pilar demokrasi. Namun kebebasan itu bukan berarti tanpa batas. Semua harus berjalan sesuai regulasi Dewan Pers.
SMSI sebagai wadah perusahaan pers yang legal harus menjadi garda terdepan, dalam menjaga marwah jurnalistik,” lanjutnya.
Bambang juga menilai bahwa kehadiran SMSI selama ini telah memberikan kontribusi besar, dalam menata perusahaan media siber
Agar kedepan lebih tertib administrasi dan berbadan hukum jelas. Hal itu penting untuk mencegah munculnya media ilegal, yang dapat merusak citra dunia pers.
Wakil Ketua II DPRD Pati berharap momentum HPN 2026 dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan insan pers.
Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menciptakan ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan mencerdaskan masyarakat.
“Di era digital saat ini, arus informasi begitu cepat. Tantangannya juga semakin kompleks. Karena itu, perusahaan pers harus profesional dan terverifikasi.
SMSI memiliki peran strategis dalam mengawal legalitas dan kualitas perusahaan media,” tambahnya.
Peresmian Tugu dan Museum SMSI ini pun menjadi simbol penghargaan terhadap sejarah perjuangan pers Indonesia dari masa ke masa.
Peresmian museum SMSI dapat menjadi pusat edukasi bagi generasi muda, untuk memahami pentingnya pers dalam menjaga demokrasi dan kontrol sosial.
Menutup pernyataannya, Bambang Ir. Susilo mengajak seluruh insan pers, khususnya yang tergabung dalam SMSI, untuk terus meningkatkan kompetensi
Menjaga independensi, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap karya jurnalistik.“HPN 2026 harus menjadi momentum refleksi
Mari kita jaga kemerdekaan pers dengan tanggung jawab. Pers yang kuat adalah pers yang taat aturan dan berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.(red)










