JEPARA – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang proses demokrasi tingkat desa terus diperkuat.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jepara, AKBP Hadi Kristanto hari ini turun langsung meninjau pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes)
Dalam rangka pemilihan petinggi antar waktu (PAW) di sejumlah desa wilayah Kabupaten Jepara, Senin (30/3/2026).
Kunjungan tersebut menjadi sinyal tegas, bahwa aparat kepolisian tidak hanya hadir sebagai pengaman formal
Namun juga sebagai penjamin berlangsungnya demokrasi desa yang sehat, jujur dan bebas tekanan.
Adapun desa yang menggelar Musdes PAW meliputi Desa Bandung Kecamatan Mayong, Desa Platar Kecamatan Tahunan, serta Desa Tedunan dan Desa Bugel Kecamatan Kedung.
Seluruh tahapan pemilihan dipastikan berjalan sesuai prosedur, sekaligus diawasi ketat untuk menghindari potensi gesekan antar warga.
Dalam tinjauannya, AKBP Hadi Kristanto turut berdialog dengan panitia pemilihan, tokoh masyarakat, hingga unsur perangkat desa.
Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal lumrah dalam demokrasi, namun tidak boleh menjadi pemicu konflik yang merusak persatuan masyarakat desa.
“Pilihan boleh berbeda, namun kerukunan warga tetap yang utama. Kami hadir untuk menjamin proses demokrasi di tingkat desa
Ini berjalan tanpa intervensi dan bebas dari gangguan keamanan,” tegas AKBP Hadi di hadapan warga.
Kapolres juga memastikan bahwa Polres Jepara telah menyiapkan skema pengamanan maksimal, dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis.
Pengamanan dilakukan dengan pola terbuka dan tertutup, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan provokasi, intimidasi maupun ketegangan antar pendukung calon.
Menurutnya, Musdes PAW bukan sekadar pergantian jabatan petinggi, melainkan bagian penting dari keberlangsungan pemerintahan desa, yang berdampak langsung terhadap pembangunan dan pelayanan publik.
AKBP Hadi berharap, siapa pun yang terpilih nantinya dapat segera membangun komunikasi dengan seluruh unsur masyarakat
Termasuk berkoordinasi aktif, dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, guna menjaga situasi desa tetap kondusif pasca pemilihan.
“Siapa pun yang terpilih nantinya, segera rangkul semua pihak. Jangan ada kubu-kubuan berkepanjangan.
Pembangunan desa harus berjalan beriringan dengan keamanan yang terjaga,” katanya.
Langkah Kapolres Jepara tersebut dinilai sebagai bentuk penguatan demokrasi desa yang beradab, sekaligus mencegah potensi konflik sosial yang kerap muncul dalam dinamika politik lokal.
Polisi memastikan, proses Musdes PAW di Jepara berlangsung aman, tertib dan menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang damai tingkat akar rumput.(red)











