PATI – Kasus leptospirosis di wilayah Kabupaten Pati, mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 172 kasus leptospirosis dengan 21 kasus kematian.
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan sepanjang tahun 2025 yang mencatat 61 kasus dengan 17 kematian.
Ketua IKA UNDIP Kabupaten Pati, Dr. Ling. Ahmad Qosim, S.KM., M.T mengatakan leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia
Akibat infeksi bakteri Leptospira yang umumnya berasal dari urine tikus. menurutnya, penularan dapat terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, melalui luka pada kulit atau selaput lendir.
Setelah seseorang bersentuhan dengan air, lumpur, tanah, makanan, maupun minuman yang telah terkontaminasi.
Ia menjelaskan, tingginya kasus leptospirosis di Pati dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan yang lembap, genangan air
Sanitasi yang kurang baik, hingga tingginya populasi tikus di wilayah pertanian dan tambak.
“Pengendalian leptospirosis tidak cukup hanya dengan mengobati pasien, tetapi juga harus dilakukan melalui perbaikan lingkungan dan pengendalian sumber penularan,” ujar Dr. Ling. Ahmad Qosim, S.KM., M.T kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
Gejala leptospirosis pada tahap awal sering menyerupai penyakit lain seperti influenza, demam berdarah, maupun tifus.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot terutama pada bagian betis, mual, muntah, mata merah, serta tubuh terasa lemas.
Pada kondisi yang lebih berat, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan ginjal, kerusakan hati, gangguan pernapasan, perdarahan hingga berujung pada kematian.
Karena itu, masyarakat yang mengalami demam setelah beraktivitas di sawah, tambak, maupun area yang tergenang air
Himbau ini segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menutup makanan dan minuman dengan baik
Agar kedepan menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot dan sarung tangan, saat bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi terpapar bakteri leptospira.
IKA UNDIP Kabupaten Pati juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi masyarakat, meningkatkan pengawasan kasus
Supaya bisa memperbaiki sanitasi lingkungan, guna menekan penyebaran penyakit tersebut di wilayah Kabupaten Pati.(red)












