PATI – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati bersama Sedulur Sikep Nyawiji mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera merealisasikan kantor Media Center
Agar kedepan sebagai ruang bersama untuk memfasilitasi perusahaan pers, wartawan dan memperkuat komunikasi publik di daerah.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Agus Kliwir, Ketua Koordinator SMSI Eks Karesidenan Pati, Sariyono, Ketua Umum Sedulur Sikep Nyawiji, Yosi Andi Mulyadi, S.H., serta Drajad, S.H dikediaman rumah dinas Plt Bupati Pati, Minggu (6/9/2026).
Agus Kliwir menyampaikan bahwa keberadaan Media Center sangat penting untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah daerah dengan perusahaan pers.
Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi ruang koordinasi, pertukaran informasi serta mendukung kegiatan jurnalistik yang profesional.
“Media Center bukan hanya tempat berkumpulnya wartawan, tetapi juga dapat menjadi sarana komunikasi antara pemerintah dan perusahaan pers di Pati
Kami berharap Pemkab Pati segera merealisasikannya,” ujar Agus Kliwir kepada wartawan
SMSI dan Sedulur Sikep Nyawiji juga menyoroti kondisi masyarakat yang mulai menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pati.
Mereka mendorong Pemkab Pati bersama pihak terkait untuk mempercepat droping air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sariyono menambahkan, kepedulian terhadap persoalan air bersih merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Kami berharap droping air bisa segera dilakukan secara tepat sasaran, terutama di wilayah yang masyarakatnya sudah kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah Uceng pangilan akrab.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra hari ini mendukung terhadap dua agenda tersebut, yakni percepatan pembentukan Media Center serta penanganan kekeringan melalui distribusi air bersih.
SMSI dan Sedulur Sikep Nyawiji menilai sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan pers, organisasi masyarakat dan elemen masyarakat
Untuk diperlukan agar berbagai persoalan di Kabupaten Pati dapat ditangani secara cepat dan bersama-sama.
Pertemuan tersebut, sekaligus menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih kuat dalam mendukung pelayanan publik serta kepentingan masyarakat Pati.(red)











