PATI – Situasi tak biasa terjadi dalam agenda sosialisasi Komisi D DPRD Kabupaten Pati di SMP Negeri 2 Pati.
Plt Sekertaris Disdikbud Kabupaten Pati, Paryanto mendampingi Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo hari ini mengambil keputusan tegas dengan menunda kegiatan sosialisasi, setelah mendapati jumlah wali murid yang hadir tidak sesuai target.
Bandang mengaku kecewa karena kegiatan tersebut telah dipersiapkan sebagai pertemuan besar dengan orang tua siswa pada hari Selasa (14/4/26).
Berdasarkan data, jumlah wali murid yang seharusnya hadir mencapai lebih dari 600 orang. Namun yang datang hanya sekitar 60 orang.
Hal itu dinilai Bandang sebagai bentuk ketidaksiapan pihak sekolah dalam menjalankan agenda yang sebenarnya sangat penting bagi dunia pendidikan di Pati.
“Sosialisasi di SMP Negeri 2 Pati hari ini kita tunda, karena jumlah wali murid yang datang tidak sesuai,” ucap Bandang saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/4/26).
Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut merupakan program Komisi D DPRD yang direkomendasikan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati.
Program itu juga merupakan tindak lanjut arahan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Candra. dalam agenda sosialisasi, DPRD Pati akan menyampaikan larangan pungutan dalam bentuk apapun kepada wali murid.
Termasuk pungutan yang mengatasnamakan komite sekolah, yang selama ini sering menjadi sorotan masyarakat.
Ketua Komisi D DPRD Pati, Bandang menekankan bahwa sekolah harus transparan dan tidak boleh memunculkan kebijakan yang membebani wali murid, terutama dalam bentuk iuran yang bersifat wajib.
Tak hanya soal pungutan, ia juga menyampaikan pesan tegas dari Plt Bupati Pati yang melarang kegiatan pariwisata keluar daerah menjelang kelulusan, termasuk acara perpisahan yang kerap menimbulkan biaya besar.
“Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra juga melarang siswa sekolah melakukan pariwisata keluar daerah saat lulusan, termasuk membuat acara perpisahan,” katanya.
Meski sosialisasi di SMPN 2 Pati ditunda, Komisi D akan tetap menjalankan agenda ini ke seluruh sekolah negeri di wipayah Kabupaten Pati.
“Sosialisasi ini akan dilakukan kepada semua sekolah negeri. Total ada 58 sekolah, dan beberapa sekolah negeri sudah kita berikan sosialisasi,” tutupnya.(red)












