PATI, TV10NEWSGROUP.COM I Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah di sejumlah sekolah wilayah Kabupaten Pati mulai menuai sorotan.
Sejumlah orang tua siswa dan peserta didik mempertanyakan kualitas gizi, menu makanan, serta lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program tersebut.
Bahkan, muncul kekhawatiran bahwa menu makanan yang dibagikan setiap hari kemungkinan tidak sesuai dengan standar Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Informasi tersebut diperoleh wartawan dari seorang warga inisial P, Rabu (14/1/2026). Ia mengungkapkan bahwa keluhan datang dari banyak pihak, terutama siswa dan wali murid yang merasa menu makanan kerap tidak memenuhi kebutuhan gizi anak.
“Nilai gizi MBG itu patut dipertanyakan. Menu yang diantar ke sekolah-sekolah setiap hari sering menjadi bahan perbincangan anak-anak
Banyak yang mengeluh makanannya kurang layak, porsinya kecil, dan menunya itu-itu saja. Bahkan diduga tidak sesuai HET,” ujar Inisial P.
Menurut Inisial P, kondisi tersebut diperparah oleh minimnya pengawasan dari pihak terkait. Ia menyebut belum terlihat adanya pengawasan rutin dan evaluasi menyeluruh terhadap penyedia makanan yang menjadi mitra program MBG di wilayah Pati.
“Kalau ada yang mencoba melapor atau menyampaikan keberatan, malah ada yang merasa ditakut-takuti.
Seolah-olah kalau protes nanti anaknya jadi bermasalah di sekolah. Ini membuat banyak orang tua memilih diam,” tambahnya.
Keluhan serupa juga dirasakan beberapa siswa yang ditemui wartawan. Mereka menyampaikan bahwa menu makanan sering tidak menarik, tidak mengenyangkan, dan terkadang kualitas lauk dirasa kurang segar.
Maka program yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi anak sekolah justru berpotensi menjadi persoalan baru, jika kualitas dan pengawasannya tidak diperbaiki.
Mereka berharap pemerintah daerah serta dinas terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi anggaran, kualitas bahan makanan, hingga proses distribusi ke sekolah-sekolah.
“Program ini bagus, tapi pelaksanaannya harus serius. Jangan sampai hanya formalitas. Anak-anak ini masa depannya bangsa
Kalau gizinya tidak diperhatikan dengan baik, dampaknya jangka panjang,” kata salah satu wali murid inisial P. (red)









