PATI, TV10NEWSGROUP.COM I Upaya pencegahan bencana banjir terus dilakukan di wilayah Kabupaten Pati.
kini seluruh jajaran Polsek Sukolilo bersama unsur Forkopincam dan masyarakat melaksanakan kerja bakti peninggian tanggul di bantaran Sungai Juwana, tepatnya di Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Rabu (14/1/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan, S.H., M.M dengan melibatkan puluhan personel Polri, TNI, aparat kecamatan, perangkat desa, serta warga setempat.
Kerja bakti difokuskan pada penguatan dan peninggian tanggul yang dinilai rawan jebol saat debit air sungai juwana meningkat, akibat intensitas hujan yang masih cukup tinggi.
Kapolresta Pati, Kombes Pol. Jaka Wahyudi melalui Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mengantisipasi potensi bencana banjir di wilayah.
“Kami bersama pemerintah kecamatan dan masyarakat melakukan peninggian tanggul sebagai langkah pencegahan dini
Agar air sungai juwana tidak meluap ke permukiman warga,” ujar AKP Sahlan di sela kegiatan.
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius semua pihak.
Bila tidak diantisipasi sejak awal, luapan Sungai Juwana dikhawatirkan dapat menggenangi rumah warga
Merusak lahan pertanian, hingga mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.“Kalau tidak kita antisipasi sejak sekarang, dampaknya bisa sangat luas.
Mulai dari rumah warga terendam, jalan terputus, hingga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu,” lanjut Kapolsesk Sukolilo, AKP Sahlan.
Ia menambahkan, bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi bagian dari pengabdian langsung kepada masyarakat.
“Polri hadir untuk negeri. Bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga dalam upaya pencegahan, agar bencana itu tidak sampai terjadi,” katanya.
AKP Sahlan juga mengapresiasi tingginya semangat gotong royong seluruh unsur yang terlibat.
Menurutnya, kekompakan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam penanganan potensi bencana.
“Sinergitas seperti inilah yang harus terus dijaga. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus bersama-sama,” tutur AKP Sahlan
Warga Dukuh Poncomulyo menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka turut bahu-membahu mengangkut tanah
Memperkuat struktur tanggul, serta membersihkan aliran sungai, agar tidak tersumbat.
Salah seorang warga, Sutrisno (48), mengaku merasa lebih tenang dengan adanya peninggian tanggul.
“Kalau hujan deras biasanya kami khawatir air sungai meluap. Dengan adanya kerja bakti ini, kami merasa lebih aman,” ucapnya.
Selain sebagai langkah mitigasi bencana, kegiatan gotong royong ini juga memperkuat hubungan emosional antara aparat keamanan dan masyarakat.
Suasana kekeluargaan tampak terjalin sepanjang kegiatan yang berlangsung, hingga menjelang siang hari.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Di akhir kegiatan, AKP Sahlan kembali mengimbau masyarakat
Agar tetap waspada terhadap potensi bencana di musim hujan, dan segera melaporkan kepada aparat bila terjadi tanda-tanda bahaya.
“Kami berharap dengan peninggian tanggul ini, warga Dukuh Poncomulyo bisa merasa lebih aman dan nyaman menghadapi musim hujan,” pungkasnya.(red)









