JAKARTA – Suasana puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026)
Tidak hanya diwarnai peluncuran program strategis pemerintah, tetapi juga menjadi perhatian publik
Hal ini berkat kebersamaan para pimpinan lembaga pertahanan, keamanan dan penegak hukum.
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung, ST Burhanuddin, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Muhammad Herindra tampil berdampingan dalam satu barisan.
Mengenakan batik dengan motif yang berbeda, kelima tokoh tersebut memperlihatkan simbol persatuan melalui salam komando dan senyum hangat dalam mencerminkan soliditas antar lembaga negara.
Momen itu pun menjadi salah satu perhatian utama para peserta yang memadati Indonesia Arena.
Kehadiran mereka dinilai mencerminkan sinergi yang terus diperkuat dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah
Termasuk pengembangan koperasi sebagai penggerak ekonomi nasional. Kebersamaan para pimpinan lembaga negara ini.
Hal ini juga mendapat sambutan positif dari jajaran Kabinet Merah Putih yang turut hadir dalam acara.
Presiden RI, Prabowo Subianto memimpin langsung puncak peringatan Harkopnas 2026 yang diikuti sekitar 20 ribu peserta dari berbagai daerah.
Momentum tersebut, sekaligus menjadi penanda dimulainya tahap operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu program unggulan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menyampaikan bahwa rangkaian Harkopnas tidak berhenti pada seremoni puncak.
Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kegiatan lanjutan, termasuk fun run, bazar, dan pameran produk koperasi yang akan digelar pada 19 Juli di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Menurut Ferry, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkenalkan produk-produk unggulan koperasi kepada masyarakat
Agar kedepan bisa memperkuat semangat berkoperasi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia”, tutup Ferry.(red)










