PATI – Program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi salah satu sasaran utama. dalam pelaksanaan TNI manunggal membangun desa (TMMD) reguler ke-128 Kodim 0718/Pati, Jumat (24/04/2026).
Kegiatan ini kembali menegaskan peran aktif TNI dalam membantu masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.
Komandan Kodim 0718/Pati selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-128, Letkol Arm Timotius Yogi, M.Han menjelaskan bahwa program RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap warga yang masih hidup
Dalam keterbatasan, khususnya mereka yang menempati rumah dengan kondisi tidak layak. “melalui program RTLH ini.
Kami berharap masyarakat yang sebelumnya menempati rumah kurang layak dapat merasakan hunian yang lebih aman, sehat dan nyaman.
Ini juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Letkol Arm Timotius Yogi kepada wartawan
Dalam pelaksanaannya, personel Satgas TMMD bersama masyarakat sekitar bergotong royong melakukan pembenahan rumah warga.
Perbaikan dilakukan menyeluruh mulai dari struktur bangunan, atap, dinding hingga lantai, agar rumah tersebut dapat dihuni dengan lebih layak dan aman.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga sekitar tampak antusias membantu proses pengerjaan, mulai dari mengangkat material hingga membersihkan area kerja.
Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
Selain memberikan dampak secara fisik berupa rumah yang lebih layak, program RTLH TMMD ini juga dinilai mampu menumbuhkan rasa solidaritas sosial.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat proses pembangunan, namun juga mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga.
Program RTLH dalam TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat
Menjadi dorongan semangat bagi warga untuk membangun lingkungan yang lebih sehat, dan sejahtera.
Melalui langkah konkret seperti ini, TMMD terus membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kemanusiaan dan kepedulian terhadap rakyat kecil.(red)











